Rabu, 13 Februari 2019

Polisi negeri kodok


Novel polisi negeri kodok.
Cerita ini cuma fiktif belaka, adapun cerita dan nama yang sama cuma kebetulan belaka.
Hei bung apa kabar ? Lama tidak ketemu, si Roni mana ? Dia sudah tidak disini lagi dia sudah naik jabatan.
Hebat dong dia ?
Hebat.
Dia memang anak cerdas, rajin, wajar cepat naik jabatan.
Kamu kerja baik kamu tidak pernah dikeluhkan rakyat kok kamu tidak bisa naik pangkat ?
Tidak cukup hanya itu bung.
Terus apalagi ?
Pendekatan personal kepada atasan.
Memberi uang dalam jumlah yang sulit dibayangkan.
Wah..repot sekali ya ?
Begitulah.
Kalau begitu nanti yang suka memeras bisa punya uang untuk menyuap kepala.
Hehehe..
Udah minum aja ribet amat ngurusin urusan pembesar.
Kalau semua rakyat tidak mau perduli apa akhirnya nanti ?
Pasti akan ada solusinya ada perubahannya.
Semua bangsa juga begitu perlu proses dalam perubahan.
Tapi proses itu kan perlu dimulai ?
Iya dong.
Siapa yang akan mulai ?
Nanti akan ada.
Iya ada, saya sendiri ! yang akan memulai.
Tapi saya dengar si Budi bisa naik pangkat dengan kerja baik saja.
Syukurlah ada satu dua bisa begitu. Harapannya mereka akan bekerja baik dan iklas. Hanya saja personil seperti itu tidak banyak. Tapi kita harus optimis bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu pasti hanya masalah waktu itu relatif. Bangsa lain yang sekarang sudah maju tadinya juga mengalami proses jatuh bangun. Dalam sejarah umat manusia sering kali terjadi perubahan melalui orang yang tidak di duga sebelumnya.
Bapak kepala yang baru sangat anti mafia dia tegas dan keras terhadap pelanggaran di dalam institusi kepolisian maupun dia luar. Dia tidak pandang bulu. Dia lulusan terbaik diangkatannya. Mafia kerepotan dibuatnya tidak ada yang bisa menyuap dia, apalagi menekan, mana mungkin negara kalah sama mafia. Mau perang fisik sama polisi ? Kalah sebelum perang itu mah. Tapi mafia selalu punya bakal akal. Pejabat pusat mata duitan. Segepok duit untuk memindahkan bapak kepala yang baru efektif sekali. Bapak kepala pindah sebelum saatnya umumnya mereka menjabat dua tahun. Bapak kepala belum sampai setahun sudah pindah. Ini hanya rotasi biasa kata bapak bagian humas kepada wartawan. Beliau diganti oleh pejabat yang bisa diajak kongkalikong. Beliau akhirnya " parkir " di kantor pusat tanpa jabatan.

Pertapa






   Begitu banyak kekacauan di depan mata dia, membuat dia lelah lalu pergi bertapa dan mendapat kekuatan spiritual. Lalu kembali ke lingkungannya dan mengajak gaya hidup baru yang lebih berspiritual. Banyak yang akhirnya setuju namun banyak juga yang merasa terganggu dengan harmoni kehidupan yang mereka bangun bersama spiritualis yang baru. Karena spiritual yang baru ini mengurangi hak mereka dalam menindas yang lemah, yang mana itu hal yang paling mereka sukai. Sejak kembalinya sang guru spiritual, mengedepankan ajarannya, membuat harta - harta para pedagang seolah tidak ada arti.

 Mereka bisa menggaji atau bahkan tidak menggaji para pekerja mereka, para pekerja mau pergi ? Tidak ada pilihan, karena mereka para pedagang kaya sepakat membuat jumlah gaji bagi pekerja. Jadi mau lari kemana ? Dimana orang bijak ? Lagi mabok diservis oleh para pedagang kaya itu. Dimana para penguasa ? Lagi mabok di meja makan para pedagang kaya itu. Kemana orang lemah harus mengadu ? Tidak ada !. Sebelum guru spiritual ini kembali dari pertapaannya. Dia bagai setetes air di padang gersang. Kenapa beliau mudah diikuti dan dipercaya ? Karena beliau adalah orang kenamaan juga diantara para pedagang dan orang berpengaruh. Hanya saja jiwa dia meronta melihat ketidakadilan ini. Cahaya kebenaran akan selalu datang dia memilih tubuh dan jiwa yang dia sukai. Mendapat anugerahkah sang tubuh itu ? di satu sisi, iya. 

Di sisi lain dia jadi sasaran kemarahan kaum mapan yang tidak suka dengan perubahan pola fikir orang lemah yang biasa mereka perdaya itu. Berbagai upaya dilakukan untuk merubuhkan kekuatan kebenaran yang baru ini, semakin hari semakin banyak saja yang mengikuti. Mulai dari menekan pengikutnya, merusak tatanan, adu domba dengan penguasa mapan adu domba dengan orang bijak peliharaan mereka. Sampai upaya pembunuhan. Sang guru menyadari hal itu lalu pergi mencari tempat baru. Di tempat baru beliau lebih leluada mengembangkan ajarannya dan kekuatan massanya. Sampai tiba massanya untuk kembali ke kota pilihannya dan menekan lawan tanpa perlawanan mengingat besarnya jumlah massa yang dia bawa. Sekian kisah perjuangan spiritual yang punya kemiripan kisah satu sama lain.

Istri muda pengkhianat


" Papa tidak pernah lagi kasih aku hadiah,' teriak Santi istimuda pak Hamdan.
Sabar sayang sebentar lagi ada proyek, nanti aku kasih hadiah ya.
Iya papa, papa ngasihnya sama mbak Susi semua sedangkan papa puasnya di ranjang sama aku.
Iya sayang sabar ya, akhir akhir ini makin sulit cari uang di kantor, itu Polisi kurang ajar sibuk menyelidik terus. Jadi papa harus hati - hati. Apa kamu mau papa masuk penjara ?
Gak mau dong pa. Papa masih kerja saja saya sering di nomor duakan, apalagi kalau masuk penjara ?.
" Makanya harus sabar ya sayang,' kata Hamdan.
Pak Hamdan seorang pejabat negara istrinya Susi anak orang besar juga, Pak Hamdan sangat di remehkan oleh keluarga Susi, tapi sejak pak Hamdan berhasil jadi pejabat, keluarga Susi tidak lagi berani sinis. Demi itu semua Pak Hamdan harus melalui lika liku yang berat, suap - suap, loby, korupsi untuk menyuap atasan dia lakukan demi jabatan strategis ini. Tapi hasilnya lumayan. 

Keluarga Susi tidak lagi berani anggap remeh pak Hamdan. Tapi hati galau tidak bisa disembunyikan oleh pak Hamdan, kehadiran Santi membuat dia merasa lebih berharga sebagai laki - laki. Padahal Santi juga menghargai pak Hamdan tidak lain hanya demi uang saja. Kalau saja Hamdan pergi banyak pria kaya yang mau memelihara Santi, karena paras ayu body aduhai, ditambah otaknya yang lumayan cerdas untuk memahami seluk beluk birokrasi. Mungkin karena banyak berhubungan dengan pejabat pejabat negara yang ingin mencicip tubuhnya. Dia bisa memahami kalau Hamdan sedang curhat masalah pekerjaan. Bau busuk pasti tercium juga, keluarga Susi mencium perselingkuhan Hamdan dgn Santi. Mereka mulai menekan Hamdan. Sedangkan Santi semakin tidak mendapat apa - apa lagi dari hubungan gelap itu. Santi mulai melirik pria lain terutama yang berkantong tebal. Tidak lupa Santi membisikkkan isu isu korupsi Hamdan kepada seorang oknum pejabat Polisi yang tidur dengannya. Besoknya Hamdan diperas oknum Polisi dan Santi kebagian uang sebagai informan dari Polisi yang korup itu. 

Hamdan semakin pusing saja menhadapi hidupnya, Santi yang sering merengek, oknum Polisi yang sering meminta uang, Susi istrinya semakin sinis saja, apalagi keluarganya, dasar gembel tetap saja gembel,' kata bapak mertua.

Kamu ngapain lagi meminta dari saya San ? begitu banyak pria kaya yang mau dekat dengan kamu,' tanya Hamdan. Entahlah mas, seperti dekat dengan kamu bukan hanya msalah uang saja, sepertinya aku jatuh cinta benaran sama kamu,' kata Santi, apa tidak punya uang lagi San,' kata Hamdan. Justru itu mas, kok aku masih ingin dekat dengan kamu ? aku berfikir kalau saja mas mau menikahi aku dan meninggalkan mbak Susi, hidup apa adanya jga aku mau mas, " kata Santi, apa mungkin kamu sanggup hidup susah San ?,' tanya Hamdan, seperti aku sanggup mas, asal mas selalu ada disampingku, aku tahu di dalaqm hatimu yang paling dalam kamu ini orang baik, hanya saja terjebak pada kehidupan buruk, ' kata Santi, iya benar San, aku juga rindu hidupku yang dulu, makan seadanya, naik sepeda motor tapi hatiku tenang tidak dihina, tidak ditekan, aku berencana kembali ke sana, dan pergi meninggalkan Susi, tapi tidak terfikie juga mau membawa kamu,' kata Hamdan, kenapa mas ?,' kejar Santi, karena kamu tidak akan sanggup hidup sederhana,' kata Hamdan, aku sanggup mas, aku janji tidak akan meminta apa - apa aku hanya meminta cinta mas,

BBS


Pagi dingin itu belumlah ramai oleh suara berisik mesin - mesin pabrik pengolahan tepung tapioka. Juga belum bersuara deru mobil besar seperti siang hari. Desa Tujok namanya, ya, namanya desa, ya sepi hehe..
" Pagi pak," buka saya kepada pak satpam yang matanya belum terbuka lebar.
" Eh..pagi pak," sahut pak Sihul satpam piket tadi malam.
Dua gadis berjalan dari arah luar pabrik sambil tebar senyum kepada kami. Indah juga pemandangan pagi ini, beruntung saya bangun pagi.
" Karyawan sini pak ?," tanya saya kepada pak Sihul." Iya pak, satu yang cantik bagian admin sama yang satunya yang cantik juga di bagian timbangan.
" Oh..rajin olahraga pagi ya pak ?
" Alllah..sejak bapak berdua tugas ini aja mereka olahraga, paling cari perhatian dari bapak berdua.
" Eng ing eng..geer juga saya mendengarnya, Orang mana pak ?,' kejar saya. Orang Jakarta sih pak tapi daarii..Medan eh Batak juga sama kayak bapak.
" Loh kok bapak tahu saya Batak ?,' tanya saya lagi." Hehe..dari logat bapak kan ketahuan,' kata Sihul." Hahahahaha...kami tertawa berdua memecah udara pagi itu." Sudah menikah pak ?,' tanya saya.
" Belum pak, kabarnya yang satu sudah ada pacar tapi yang satu belum kedengaran pak.
Kenapa pak ? Ada minat ? Kan cocok sama - sama Batak ?,' canda Sihul.
" Hahaha..tidak juga pak saya sudah ada teman wanita Batak juga. " Kalau bapak yang satu lagi ?,' tanya Sihul usil, Dia lajang juga pak tapi dia mah playboy jangan sampai deh dia kenal cewek itu, bakal sakit hati nantinya, kasihan.
Benar saja beberapa hari kemudian dia kenal cewek itu mulai dia rayu..
Sebagai sesama Batak saya ingatkan mereka hati - hati sama teman saya di playboy.
Ternyata ampuh ! Baru sekali ini dia gagal nembak cewek hahahaha..lucunya dia curhat pula sama saya akan kegagalan dia kali ini. Saya manyun aja mendengarnya, dalam hati rasain loe !.
Kami cukup akrab akhirnya karena masih seumuran dan sama - sama Batak juga lebih memudahkan kami akrab. 
Sekitar 6 tahun lalu kami bersama hari aku dengar dari seorang teman di pabrik ini yang akhirnya ketemu lagi di pelabuhan Bakauheni. Dia menikah sama Rasyid satpam BBS juga jadi istri kedua Rasyid.

Utusan gaib

Saya percaya orang baik itu punya kekuatan gaib tuhan. Dia bisa terlihat lemah dan mudah dijatuhkan. Padahal orang seperti itu tidak mengenal kata jatuh karena hidupnya sangat iklas. Jatuh atau naik bagi dia tidak jauh bedanya. Baginya hidup yang singkat ini hanya berbuat baik selagi masih bisa, mungkin besok hari sudah meninggal, atau sakit, sehingga tidak bisa lagi berbuat baik bagi sesama manusia dan alam. Bukan seperti beberapa pejabat politik yang hanya terlihat sibuk di masa kampanye saja. Begitu gagal berkuasa sama sekali tidak kelihatan karyanya. Bertolak belakang dengan tokoh yang iklas, berkuasa tidak berkuasa dia terus berbuat baik.
Tempat yang kau sebut hutan itu adalah rumah bagi dia," kalimat kolonel dalam film Rambo 1. Begitulah sudut pandang kita yang sering salah melihat orang iklas dengan hidupnya, nyaman dengan hidupnya. Jangan ajak cacing main ke mall karena dia lebih suka di antara kotoran. Bapak di jelek jelekkan pak," kata wartawan kepada pak Jokowi, memang saya jelek kok," jawab beliau santai. Saya kok disuruh mundur ? Maju saja saya susah," kata Gusdur ketika di desak mundur.
Saya mau siapkan mobil untuk bapak," kata anak buahnya, ini saja sudah cukup.
Begitulah kata - kata orang baik yang tidak mudah gagap melihat hal yang menyerangnya. Bahkan dia lebih takut kepada pujian karena bisa mendorong dia jadi besar kepala, sedangkan itu adalah pantangan dalam hidupnya. Karena dia pribadi yang rendah hati, tidak pernah melihat dirinya lebih, justru dia suka melihat kelebihan orang lain daripada kekurangannya. Sikap seperti itulah yang membuat banyak suka padanya, banyak orang nyaman di dekat dia. Orang - orang tidak merasa " kecil " di hadapan dia, orang yang kelihatannya hebat, atau yang merasa dirinya hebat, terlihat tidak ada apa - apanya di depan dia. Karena dia merasa biasa saja melihat orang hebat. Tentunya si orang hebat tadi bisa merasa kesal karena tidak diperlakukan secara " agung " apa sih hebatmu ? Kamu mau kasih dia uang ? Dia tidak gila uang, kamu ancam bunuh dia ? Dia percaya mati itu sudah takdir. Suatu ketika ada perintah untuk membunuh Gusdur, Gusdur bilang," kalau dia orang Islam seharusnya dia tahu nyawa itu di tangan tuhan bukan di tangan dia.
Bahkan ketika orang mau membunuh dia bisa - bisa si pembunuh terhenti tanpa kita ketahui sebabnya, disinilah kita percaya ada campur tangan tuhan. Berondong mereka sampai habis kata perdana menteri Jepang dalam film The last samurai, tret tret..tret..senapan mesin otomatis terbaru memuntahkan ribuan peluru ke arah samurai. Tiba - tiba perintah hentikan tembakan datang dari kapten, teruskan,' kata perdana menteri, hentikan,' perintah kapten. Para samurai tumbang, prajurit yang menembakinya pun duduk bersimpuh memberi hormat sebagai sesama prajurit jepang. Berikan pedangmu prajurit,' perintah raja yang kalah adu pedang melawan Maximus, sarungkan pedang kalian !,' perintah jenderalnya, dalam film Gladitor.
Ir Sukarno yang kita kenal sebagai pendiri negara kesatuan republik Indonesia di kenal sering menantang pemerintah kolonial yang sangat kuat di segala bidang, dibandingkan Sukarno dan pengikutnya. Pemerintah kolonial punya senjata, prajurit, dukungan tokoh lokal, uang, semua hal lebih unggul daripada Sukarno.Tapi kenapa tidak ada sekalipun ada niat penguasa kolonial untuk membunuhnya ? disitulah peran kekuatan gaib yang mendukung Sukarno. Sukarno adalah seorang yang sangat taat beribadah.

Akhirnya kau mati di tanganku


  Mayat kakek tua renta itu sangat mengenaskan lehernya lepas dari tubuhnya, entah siapa yang berfikir dan bertindak untuk membunuhnya, padahal sebentar lagi juga sudah mati kok.  Tidak ada harta benda yang dirampok. Ini sangat membingungkan polisi. Pria tua dari negara tetangga datang ke negeri ini cari musuh ? sepertinya tidak mungkin. Korban perampokan juga tidak mungkin, karena semua benda di tubuhnya masih lengkap, kalung emas, cincin, dompet, tidak ada yang hilang, motif dendam ? siapa yang dendam sama dia ? apa mungkin karyawan yang pernah dia pimpin ketika bekerja di negeri ini ?

 Namanya Alexander pria keturunan bekas petinggi perusahaan swasta ternama dari luar negeri. Pelakunya Joni seorang pegawai negeri golongan dua yang sudah lama tidak naik pangkat, motifnya,' ibu dari Joni adalah istri simpanan Alexander di perusahaan dimana dia dulu kepalanya, ibunya bernama Restu, sudah lama meninggal. Di masa muda dia adalah tukang masak di perusahaan tempat Alexander jadi kepala. Salah satu tugas Restu adalah mentiapkan makanan terbaik untuk Alexander. Restu diberi status karyawan oleh Alexander, suka - suka dong dia bosnya kok. Mereka berhubungan gelap, sebenarnya mereka juga berhubungan terang, pasalnya siang hari juga mereka bertemu kok, hehe..dari hubungan gelap dan terang itu lahirlah Joni, status Restu tetap sebagai selir, berhubung istri sah Alexander di negeri seberang, hari - hari tugasnya di perusahaan itu, banyak ditemani oleh Restu. Teman - teman Restu banyak yang iri akan kenaikan status Restu dari babu menjadi selir kepala perusahaan. Restu semakin cantik saja karena penuh cinta dan kemewahan. 

  Ketika Alexander habis masa tugasnya dia hanya melewatkan malam terakhir bersama Restu tanpa kepastian. Sebagai orang kecil, Restu mudah saja menerima takdirnya yang menjadi gembel kembali. Yang paling menyakitkan hati Restu ialah ketika pemutusan status karyawannya oleh kepala yang baru tidak ada respon dari Alexander. Rasa pedih dan perih membuat dia sering menangis di depan Joni yang beranjak remaja. Di malam jahanam itu Restu meminum racun untuk menghilangkan rasa pedih yang tidak tertahankan. Sejak itu Joni jadi anak jalanan, nasib baik seorang pegawai negeri yang perduli kepada Joni membantu Joni jadi pegawai negeri. Hidup yang pahit membuat Joni jadi orang tangguh dan tidak kenal mengeluh membuat banyak orang suka banyak pula pemalas yang iri kepada Joni. Kakek tua itu berkunjung ke daerah Joni mencari cari cinta lamanya : Restu, begitu perjalanan dalam pencarian itu dia sampai di hadapan Joni, berkat petunjuk orang - orang yang dia tanya, sebilah golok yang tajam melayang ke leher kakek tua itu tanpa sempat bicara apa - apa sama Joni. cres....!!! parang itu melayang sekali tebas.

Kisah nad

Kulihat simponi disana mengalun sendu pilu terasa senada gelisahku yang kian mencekam..senandung lagu Dian Piesesa melantun sendu bersama bau semerbak ganja yang diisap orang - orang di sekitar pos. Di sini kita tidak berani setegas di daerah lain tentang barang terlarang ini. Karena kita berusaha meraih simpati masyarakat dalam perang gerilya ini, dalam perang gerilya kunci kemenangan adalah : rakyat sipil. Siapa yang berhasil meraih simpati rakyat sipil dia yang akan memenangkan perang ini.

Jangan pernah sakiti rakyat, jangan coba - coba bercanda pegang kepala mereka biar anak kecil sekalipun. Karena bagi mereka itu adalah : penghinaan besar. Para perajurit muda cuap cuap dengan gadis - gadis muda. Pesan komamdan : jangan sakiti mereka, jangan rusak mereka, mereka sudah sangat jenuh dengan konflik ini, kalau bisa bawa mereka ke daerah kita nanti sebagai istri.

Tapi kadang putus hubungan antara mereka tidak ada hubungannya dengan perang ini. Hanya perpisahan karena ini itu urusan anak muda mereka putus hubungan. Tidak jarang gadis - gadis itu merajut dua hubungan yang sangat kontras, yaitu menjalin hubungan asmara dengan fihak gerilyawan yang nota bene adalah musuh kita, musuh perajurit pusat yang dikirim pemerintah Jakarta. Yang tidak mau negara ini terpecah pecah menjadi negara kecil.

Sial yang tiada tara ketika kedua fihak yang bertikai bertemu di tempat gadis yang sama. Menginginkan gadis yang sama. Sang gadis pun tidak bisa bersikap tegas karena menyakiti salah satu fihak bisa menyusahkan posisi politik si gadis. Apabila menolak prajurit RI dia akan dituduh pro gerilyawan, apabilan menolak gerilyawan dia akan dituduh pendukung Jakarta. Itu berarti kematian.

Namun jauh di dalam hatinya dia hanya gadis biasa yang mendambakan teman hidup. Tempat mengeluh, tempat mencurahkan rasa cinta. Dia tidak mau tahu dengan konflik ini, dia bahkan mengutuk konfik yang hanya membuat derita bagia wanita dan anak - anak ini. Dia sebenarnya ingin seperti gadis - gadis di daerah lain yang tidak merasakan konfik, mereka bebas nongkrong kesana kemari sesuai dengan umur mereka yang sedang puber.

Lain lagi dengam Kak Rita yang puas menikmati dua asmara sekaligus, suaminya seorang gerilyawan yang jarang pulang. Kalau suaminya sedang berjuang di hutan dia mengisi hari - harinya dengan prajurit Jakarta yang bertugas di pos dekat rumahnya. Asyik sekali hidupnya. Uang jajan juga didapat dari kedua fihak yang berseteru.