Novasari wanita yang sangat
mempesona setiap laki- laki, cantik, cerdas, tubuhnya tinggi semampai, dia
sekretaris bos. Nasib karier kami bisa di tentukan oleh Nova, karena pak bos
begitu percaya dengan dia, setiap kata - katanya akan di eksekusi oleh bos. Bayangkan
kalua dia bilang " kamu adalah pengkhianat, bias dipastikan kamu akan
terbuang jauh ke ujung negeri. Tidak ada yang berani berdebat dengan Nova,
selain cerdas, dia juga sangat berpengaruh di department negara yang kantornya
ada di seluruh pelosok negeri. Hampir semua pria di kantor ini ingin dekat
dengan dia, apalagi kalau Nova mau tidur dengan mereka. Tapi itu rasanya hanya
angan - angan saja, pria yang pantas untuk Nova saja susah dicari.
Aku hanya karyawan biasa,
pendiam, kalau mau sombong sedikit aku juga cukup cerdas di kantor ini, tidak
perduli dengan karier, hal itu sedikit membuat Nova agak segan kepadaku karena
dia tahu aku tidak takut mutasi dan aku juga tidak mau buka front dengan bos.
Dengan kata lain aku tidak masuk hitungan di kantor ini. Hanya saja sistem
kolusi dan setor, membuat pegawai pegawai seperti kami hanya di pakai untuk
urusan serius saja. Sebagai kecintaan kami kepada daprtement? Kami lakukan
dengan sepenuh hati, hasilnya sedikit disegani oleh bos. Untuk urusan yang ada
uangnya lain lagi. Mereka ini juga yang berebut untuk mendekati Nova, untuk
pekerjaan yang menghasilkan uang, dekat dengan tubuh harum Nova juga sudah
lumayan menghilangkan kepenatan kerja. Apalagi loby mereka berhasil di golkan
oleh Nova. Lima orang mengajukan diri, semua di terima oleh Nova, yang mana pun
nanti dipilih oleh bos? Sudah pasti mereka mengira karena Nova, tidak sayang
memberi uang untuk Nova. Kami hanya penonton di kantor ini.
Pak bos orangnya eksklusif, tidak
sembarang orang bisa dekat dengan dia, kecuali tentunya orang berjabatan dan
berpengaruh, oh itu tidak perduli siapa orang? pasti dijilat sampai mengkilat
sama pak bos Hamdan Sugianto. Untuk keamanan jabatannya, istrinya sosialita
papan atas kota ini. Lupa untuk melihat kelakukan Hamdan Sugianto karena sibuk
menghabiskan uang korupsi yang di berikan oleh Hamdan. Bahkan percaya diri
dengan kecantikannya, dan patuh pura - pura dari Hamdan, membuat dia tidak akan
percaya kalua suaminya tidur dengan Nova. Aku juga tidak percaya bos Hamdan
tidur dengan Nova, melihat masa depan Nova yang bakal hebat. Sebelum sifat
usilku mengintip ruang kerja bos Hamdan yang berhubungan badan dengan Nova
tanpa buka baju.
Kisah ini aku ceritakan sama
teman baikku, Soleh, dia juga kaget bukan main. Masak wanita secantik Nova mau
sama tua bangka model Hamdan?
Hidup di kota besar, gemilang
uang, membuat orang hebat sekalipun tidak perduli dengan prinsip hidup yang
penting, uang. Hal ini juga yang mungkin merasuki para elit penguasa kota yang
berlomba korupsi demi penampilan mewahnya.
Entah kenapa akhirnya aku harus
dekat dengan Nova, yang sebenarnya tidak lazim. Penyelidikan kantor pusat
kepada pak bos, membuat seluruh kantor kaget, sebenarnya sih kaget dibuat buat
supaya pak bos merasa di dukung. Tidak mungkin monyet - monyet ini tidak tahu
kenapa pak bos di periksa, mereka juga tahu apa yang selama ini mereka lakukan.
Pejabat pemeriksa sebenarnya sama saja tukang korupsi, cuma demi sebuah
pencitraan dia mencari bawahan untuk dijadikan tumbal pencitraannya.
" Masak tidak bias diatur pak,? percuma dong saya setor ke bapak selama ini,' pak bos.
" Tidak bias Ham, ini
diketahui oleh orang luar bukan saya sendiri, ( padahal orang luar itu suruhan
kepala audit, darimana mereka dapat data kalua bukan dari kepala audit?)
" Begini aja Ham, sekuat
tenaga saya akan melindungi kamu, syukur - syukur saya dapat promosi menjadi
Menteri tahun ini, kamu akan saya jaga,' kepala audit.
" Pokoknya saya minta di
dukung penuh pak, sebelum kita semua kena,' pak bos.
" Kalaupun tidak bias
diatasi? kamu janganlah bawa - bawa saya, kalua dua - duanya kita masuk? siapa
yang menjaga di luar?
Pak bos Hamdan hanya bisa
diam....sambil membayangkan nasib kariernya, apakah istrinya yang selama ini
menikmati uang itu akan ikut? Tentu tidak.
Pemeriksaan kepada semua pegawai
di dikte untuk tutup mulut, satu persatu di datangi oleh Pak bos Hamdan,
Rudiman, atau Nova.
" Tolong pak jawab yang
benar, jangan memberatkan bapak,' Nova.
" Tidak bias bu, saya tidak
biasa berbohong, ibu kan tahu saya,' iseng saya. Dalam hati tidak tega juga
melihat gadis cantik ini memelas begitu, tapi tidak ada memberi dia pelajaran
bahwa ada masanya semua orang kita butuhkan, tapi ingat kelakuan pak bos dan
Nova yang suka membuang orang benar jadi muncul lagi rasa tega di hati ini.
" Ada syaratnya bu.
" Sebutkan saja pak, berapa uang?
" Ibu menghina saya, kapan saya tergiur dengan uang? Uang itu sudah ada jalannya bu, tidak dalam kuasa kita.
" Jadi apa dong pak? “ bantu
saya. Wajah cantik memelas ini makin menggemaskan.
" Saya sangat mau membantu ibu, siapa yang tega melihat wanita cantik memelas begini? “ tapi yang kita lindungi itu koruptor bu, “ apa ibu tidak sadar?
" Saya tidak ada pilihan
pak, keluarga saya sangat miskin, mereka ingin sekali menikmati kemewahan yang
tidak pernah berani mereka bayangkan. “ Saya ingin sekali mereka merasakan itu.
" Termasuk dengan menjual tubuh ibu?
" Bapak!?
" Tolong di jaga rahasia ini
pak, kasihan saya, ini semua demi keluarga saya.
" Jadi bagaimana pak?
" Bapak!? wajah Nova merah
menahan amarah, “ saya tidak menyangka bapak meminta itu, diantara semua
pegawai? “ bapak adalah pegawai yang saya hormati.
" Apa ibu mengerti idealisme?
" Saya mengerti pak, tapi
hati saya lemah kalau melihat adik - adik dan kedua orang tua saya, baiklah kalau
permintaan bapak saya amini apa bapak mau mengubah keterangan?
" Saya siap jadi konsultan
bagi keluarga ibu, tentu lebih indah kalau ibu mendampingi, orang seperti kami
tidak gila uang dan kekuasaan tapi di depan wanita kami seperti ayam sayur.
" Sama - sama bu, semoga
berhasil.
Sebelum tubuhnya lenyap di balik
pintu, dia menoleh lagi ke arahku. Benar - benar cantik anak ini.
" Benar bapak suka saya saya?
" Benar!
" Setelah tahu betapa hinanya saya masih mau?
" Kalau anda bertobat dan mau hidup
apa adanya seperti kami, saya masih mau, tapi kalau dengan gaya hidup sekarang?
Saya tidak mampu membiayai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar